Rabu, 28 Desember 2011

Sejarah Kopi

Blog Ansyari - Hi Agan-agan sekalian, hampir semua orang mengetahui dan pernah nyobain cairan hitam hangat dan harum yang namanya kopi. Memiliki berbagai jenis cara penyajian, dari yang kelas sederhana sampai kelas super mantap di cafe dan coffee house ternama. Nah, sambil nambah pengetahuan, yuk siapin segelas kopi sambil baca artikel sejarah kopi, pasti lebih mantaps. hehe. have fun.

 -> ayo. dah nyeduh kopi belum? 

Bicara mengenai kopi, sejarahnya dapat dikatakan bermula pada abad ke 13, adalah orang-orang Oromo yang merupakan nenek moyang dari bangsa Ethiopia yang pertama kali menemukan dan menyadari manfaat dari tanaman kopi. Penyebarannya dari Eropa adalah ke Mesir dan Yemen. Bukti awal yang dapat dipertanggungjawabkan dapat ditemukan di biara kaum Sufi di Yemen pada pertengahan abad 15. Pada abad ke 16, kopi sudah dikenal di Timur Tengah, Persia, Turki, dan Afrika Utara yang semakin cepat menyebar ke Italia, Eropa, Indonesia dan Amerika.

 - Ethiopia, negara asal kopi.

Kata kopi (coffee) diakui sebagai bahasa Inggris pad atahun 1598, berasal dari kata 'kahve' (bahasa Turki) yang mungkin diambil dari kata 'qahwa' (bahasa Arab). Kata tersebut jika dirunut, terlihat berasal dari nama kerajaan Kaffa di Ethiopia. Sementara tanaman kopi sendiri di sebut bunna di negara tersebut.

Salah satu kisah mengenai kopi, Ghothul Akbar Noorudin Abu al-Hasan al-Shadhili, seorang Sufi dari Yaman, saat berada di Ethiopia mengamati bahwa ada sejenis burung yang sangat aktif dan penuh vitalitas. Setelah mencoba sejenis buah berry yang dikonsumsi hewan tersebut, Ghothul merasakan semangat yang meningkat.

Ada juga kisah mengenai Omar, seorang penyembuh melalui doa (ia adalah murid Sheik Abou'; Hasan Schadheli) yang dikucilkan dari Mekkah dan bertahan di sebuah gua padang pasir dekat Ousab. Karena lapar, Omar mengunyah sejenih buah berry yang ditemukan di semak-semak. Buah tersebut terasa pahit, sehingga Omar kemudian memanggangnya dengan tujuan agar buah tersebut lebih enak untuk dimakan, akibatnya malah buah tersebut menjadi keras. Karena lapar, buah yang keras tersebut dicoba untuk di masak, dengan tujuan untuk melembutkan, hasilnya adalah cairan beraroma berwarna kecoklatan. Saat menegak minuman tersebut, Omar merasa bertenada dan bertahan untuk beberapa hari. Cerita 'obat ajaib' ini kemudian mencapai Mekah, dan Omar diminta untuk kembali dan dijadikan orang suci.

Catatan Philippe Sylvestre Dufour, seorang pedagang kopi merupakan bukti tertulis manusia mengetahui tentang tanaman dan minuman kopi. Biji kopi di ekspor dari Ethiopia ke Yemen. Para pedangan Yemen kemudian membeli tanaman kopi dan mencoba dibudidayakan di sana. Kedai kopi pertama dibuka di Istanbul pada tahun 1554 dan kurang populer sampai pada tahun 1524 pada masa pemerintahan Sultan Selim I dari kesultanan Ottoman Turki. 

Perdagangan di Venisia dan kaum Muslim di Afrika Utara, serta Mesir berperan dalam penyebaran kopi ke daratan Eropa. Pedangang Venisia memperkenalkan kegiatan minum kopi kepada orang-orang berada di negara tersebut, dan menjual minuman tersebut dengan harga tinggi. Kedai kopi di Venisia yang dibuka pada tahun 1645 adalah yang pertama di daratan Eropa.

Kopi masuk ke Inggris pada abad 16 diperkenalkan oleh British East India Company (HEIC) dan Dutch East India Company (VOC). Kedai kopi pertama dibuka di St. Michael's Alley, Cornhill, Inggris. The Grand Cafe di Oxford dibuka pada tahun 1650 dan masih beroperasi, walaupun saat ini lebih berfungsi sebagai bar. Di Oxford juga berdiri Queen's Lane Coffee House yang memulai usaha pada tahun 1654 dan masih ada sampai saat ini. Memasuki tahun 1675, lebih dari 3.000 kedai kopi dibuka di Inggris, juga mempengaruhi popularitas di Eropa dan Amerika.

 - Queen's Lane Coffee House.

Antoine Galland (1646 -1715) dalam salah satu tulisannya, sangat bersyukur karena diperkenalkannya kopi, gula, teh dan coklat kepada para ahli kesehatan dari Arab. Dalam laporannya juga, Galland mengetahui bahwa seorang penerjemah dari raja Louis XIV dari Prancis, bernama de la Croix mendapatkan biji kopi dari seorang temannya bernama Thevenot, kopi baru mulai menyebar di Prancis pada tahun 1669. Pada tahun tersebut, duta besar Sultan Mehmed IV tiba di Prancis, Soleiman Agha membawa biji kopi dalam jumlah besar, ia memperkenalkan minuman kopi dan juga menghadiahkan komoditas tersebut kepada kerajaan. Antara bulan Juli 1669 dan Mei 1670, duta besar ini berhasil menjadikan kebiasaan minum kopi sebagai gaya hidup masyarakat Paris.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar